Vulvitis Adalah Peradangan Pada Organ Intim Wanita

vulvitis adalah

Vulvitis adalah – Banyak kondisi yang dapat mempengaruhi vulva, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi kulit, dan juga kanker. Akan tetapi kanker jarang terjadi. Banyak gejala yang berbeda-beda yang disebabkan pada hal tersebut, termasuk gatal-gatal, pendarahan, ruam, atau benjolan. Segeralah pergi ke dokter, jika anda memiliki gejala seperti adanya benjolan pada vulva. Dokter akan memeriksa dan memutuskan pengobatan mana yang sesuai dengan anda. Namun, hal tersebut tergantung pada penyebab gejalanya.

Vulvitis Adalah

Vulvitis adalah suatu kondisi peradangan yang terjadi pada organ kelamin wanita bagian luar atau vulva. Sedangkan vulva itu sendiri merupaka clitoris, labia dan pintu masuk ke vagina. Penyakit ini mungkin hampir mirip dengan vaginitis. Penyebabnya kemungkingan disebabkan oleh adanya infeksi yang berbeda-beda. Karena vulva juga dapat sering meradang ketika adanya peradangan yang terjadi dari vagina wanita.

Gejala

Paling umum gejala ini terjadi pada wainta adalah adanya cairan yang keluar, yaitu cairan abnormal dari dalam vagina wanita. Dikatakan cairan abnormal tersebut adalah jika jumlah cairan yang keluar memiliki volume yang banyak, memiliki bau yang tidak sedap, disertai rasa gatal, dan terkadang sedikit ada rasa nyeri.

Cairan yang tidak normal itu sendiri sering muncul lebih kental dibandingkan dengan cairan yang normal serta memiliki warna yang bermacam-macam. Contohnya seperti kekuningan, kemerahan, atau mungkin kehijauan.

Infeksi yang terjadi pada vagina disebabkan oleh bakteri, akan cenderung mengeluarkan cairan yang berwarna putih, kekuning-kuningan yang disertai bau amis. Mencuci area kewanitaan menggunakan sabun pewangi dapat menurunkan tingkat keasaman pada alat kelamin wanita itu sendiri sehingnga bakteri yang ada akan semakin bertambah dan tubuh.

Baca juga: Orkitis adalah

Infeksi dari jamur akan menyebabkan timbulnya rasa gatal dan mungkin akan ada rasa terbakar yang timbul pada area kewanitaan dan vulva. Kulit pada area kewanitaan akan teamoak lebih kasar dan kemerahan. Besar kemungkinan vagina akan mengeluarkan cairan kental yang seperti keju. Pada wanita yang memiliki penyakit diabetes ataupun wanita yang mengkonsumsi antibiotik, hal seperti ini kemungkinan akan terjadi berulang kali.

Menurut Dokter ahli, penyebab lain dari viris tersebut dapat meliputi;

  • Candida Albicans
  • Pediculi Pubis
  • Oxyuris
  • Diabetes
  • Trichomonas

Pengobatan

Langkah baik untuk mengobati vulvitis adalah dengan sesegera mungkin pergi ke dokter kewanitaan dan lakukan konsultasi terhadap keluhan atau masalah penyakit ini. Dengan begitu, dokter akan memberikan solusi yang tepat serta melakukan tindakan yang tepat untuk penyakit anda.

Jika cairan yang keluar dari alat kelamin wanita kelihatan normal, anda dapat melakukan pembilasan dengan air bersih. Hal tersebut dapat membantu mengurangi kadar jumlah cairan pada alat kelamin anda. Cairan yang keluar dari vagina pada penyakit ini, perlu diatasi secara baik sesuai dengan penyebab penyakit itu sendiri.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*